Skip to main content

Bigland

Sumpah Pemuda

Kongres pemuda 1 merupakan awal dari sadarnya pemuda pemudi Indonesia kala itu terhadap persatuan. karena tujuan dari dibentuknya rapat kongres pemuda 1 pada 30 -2 mei 1926 adalah menyatukan beberapa organisasi yang ada kala itu. Dalam kongres pemuda 1 menekankan bahwa pentingnya Persatuan dan Kesatuan dalam mencapai Kemerdekaan Indonesia.  Namun saat itu belum tercapainya kesepakatan antar anggota kongres sehingga para pemuda pemudi Indonesia bertekat segera membuat kongres pemuda 2. Kongres pemuda 2 berlangsung pada 27-28 Oktober 1928, dihadiri oleh organisasi pemuda dari berbagai daerah di Indonesia pada hari pertama menegaskan beberapa hal yang menguatkan persatuan yakni Sejarah, Bahasa, Hukum Adat, Pendidikan dan kemauan yang kuat. Pada hari kedua kongres menekankan bahwa pentingnya Pendidikan kebangsaan untuk anak-anak dan keseimbangan Pendidikan di sekolah maupun rumah serta pentingnya nasionalisme dan demokrasi. Hasil dari kongres pemuda 2 adalah terciptanya ikrar sumpah pemuda yang kita dengar sekarang yang berbunyi. Pertama : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia Kedoea    : Kami poetra dan poetri Indonesia meangkoe berbangsa jang satoe,bangsa Indonesia Ketiga      : Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng Bahasa persatoean, Bahasa Indonesia Mari menjadikan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi sebuah momentum bersatu dan bangkitnya pemuda Indonesia untuk terus berinovasi, bergerak dan bergotong royong, mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Serta melanjutkan perjuangan akan tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan ikut serta dalam pengembangkan pembangunan sesuai dengan kemampuan, ilmu, dan teknologi yang di miliki. SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA!!!

Asal Usul Guling Di Indonesia

[vc_row][vc_column][vc_column_text css_animation=”fadeInUp” text_larger=”no”] Apakah ada di antara Anda yang tidak bisa tidur tanpa bantal guling? Bantal dan guling memang populer sebagai teman tidur di kalangan masyarakat Indonesia. Benda ini sangat umum ditemukan di kamar tidur. Tanpa bantal guling rasanya ada yang kurang saat tidur. Tidak ada yang dipeluk dan tidak ada yang dipegang. Bahkan untuk beberapa orang, jika mereka harus memilih, mereka akan memilih bantal guling daripada bantal kepala.

Sejarah Kasur

[vc_row][vc_column][vc_column_text text_larger=”no”] Jauh sebelum sekarang, tepatnya di zaman Neolitikum, tanah adalah alas tidur yang paling nyaman. Hampir semua orang tidur di atas tanah tanpa alas apapun. Seiring berjalannya waktu, banyak yang kemudian menggunakan alas tidur dari ranting dan daun hanya untuk melindungi tubuh dari kotoran.   Lama-kelamaan, alas tidur pun semakin berkembang dan akhirnya menggunakan kulit binatang. Tepat pada tahun 3600 SM, di Persia sudah mulai menggunakan alas tidur yang terbuat dari goatskin dengan diisi air di bagian dalamnya.